Tahukah anda bahwa tanggal 31 Mei adalah hari anti Tembakau Se-Dunia ? Ya, kebanyakan orang tidak mengetahui peringatan hari tersebut apalagi esensi dan tujuan di canangkannya hari anti tembakau internasional. Tidak tanggung-tanggung hari tersebut dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau lebih dekenal dengan WHO (World Health Organization). Pencanangan tersebut tidak lepas dari keprihatinan akan bahaya kebiasaan merokok dikalangan masyarakat terutama orang-orang yang terkena imbas dari kekuatan media kapitalis yang gencar melakukan aksi promosi tembakau agar produk rokoknya semakin laris tanpa melakukan segmentasi usia dan gender, Itupun belum lagi dampak yang merembet pada anak-anak dibawah usia yang terkena korban sebagai perokok pasif dan korban propaganda media iklan sehingga tidak heran jika sekarang anak-anak SD-SMP sudah fasih menghisap rokok.
Sebanyak 43 juta anak Indonesia saat ini hidup serumah dengan perokok dan menghirup asap tembakau pasif atau asap tembakau lingkungan. Akibatnya, anak-anak tersebut terancam menderita penyakit mematikan, seperti pertumbuhan paru-paru yang lambat, mudah terkena bronkitis, infeksi saluran pernapasan, telinga dan asma, kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun, di Jakarta. Kenyataan ini sangat mencemaskan untuk masa depan bangsa sebab, kesehatan yang buruk di usia dini akan menurunkan ketahanan tubuh saat dewasa.
Anak muda memang menjadi fokus HTTS (Hari Tanpa Tembakau Sedunia) tahun ini, sebagaimana tema yang ditetapkan oleh WHO, yaitu Tobacco Free Youth atau Anak Muda Bebas Rokok. Tema ini menajdi relevan bagi Indonesia karena perokok usia muda di Indonesia semakin meningkat. Indonesia adalah salah satu dari 5 produsen dan konsumen rokok terbesar di dunia. Bahkan WHO memperkirakan 25% kematian pada laki-laki di Indonesia disebabkan karena telah merokok selama sepuluh tahun.
Yang lebih memprihatinkan lagi, di Indonesia belum ada larangan untuk beriklan, promosi dan sponsor secara total sehingga dapat berimplikasi pada meningkatnya jumlah perokok baru dan perokok usia dini. Padahal aktivis anti tembakau memperkirakan sepertiga penduduk Indonesia atau sebesar 76,7 juta orang mendukung adanya perundang undangan tentang larangan iklan, penjualan dan larangan merokok di tempat umum (Jakarta Post,11/4/2008). Meskipun kurang mendapat dukungan Pemerintah, Komnas PPM tidak tinggal diam. Lembaga ini secara konsisten memberikan edukasi kepada pelajar dan masyarakat melalui penyebaran pesan-pesan tentang bahaya merokok atau kegiatan-kegiatan penyuluhan di sekolah. Berbagai upaya juga tetap dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok baru, terutama untuk tiga aspek utama yang diperjuangkan, yaitu:
- Meminta Pemerintah untuk meningkatkan cukai rokok
- Meminta Pemerintah memberlakukan larangan bagi industri rokok untuk beriklan, berpromosi dan menjadi sponsor (Total Ban)
- Memperjuangkan peraturan perundang undangan area bebas asap rokok (Free Smoking Area).
Selain memperjuangkan ketiga hal tersebut, Komnas PMM (Komisi Nasional Penanggulangan Masalah Merokok) juga mendorong Tobacco Free Sport, yaitu meminta Pemerintah untuk tidak menjadikan perusahaan rokok sebagai sponsor kegiatan olah raga, karena akan bertentangan dengan nilai promotif tentang hidup sehat dan sportif dari atlet olah raga. Jadi, bagaimana dengan Anda ? Ayo berpartisipasi dengan menyebarkan link advokasi ini ke teman-teman dan kontak anda atau melaui media Friendster kami.
Dan hari ini kita posting hal yg sama… turut prihatin soal rokok ini…
Visit: http://coretanpinggir.wordpress.com/2008/05/31/hari-anti-tembakau-sedunia/#more-58
Salam dari pinggiran
Popop
hidup dunia bebas asap rokok!
saya ijin link postingan ini yak
rza on rza_morons@yahoo.com | 117.103.170.154
Nice movement kru…
setuju ma pilihan mu, semampu aku khan support ur choice…
Long Life for RAPLING
Dari Re-Activate Web Friendster RAPLING, 2008/05/31 at 3:25 PM
[...] – Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2008 – HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA – Hari Anti Tembakau Sedunia – Hari Anti Tembakau Se-Dunia 31 Mei – Hari Anti [...]